Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2011

10 Film adaptasi game terburuk dalam sejarah

Impian kita sebagai seorang gamer sebenarnya sangat sederhana jika membicarakan masalah film adaptasi ini. Kita hanya menginginkan film yang benar-benar menggambarkan judul yang disandangnya. Jika memang bisa menyesuaikan plot, sesuaikanlah! Jika mampu menciptakan karakter yang mirip, ciptakanlah! Akan lebih baik lagi jika sampai mampu menghasilkan pengalaman yang sama seperti saat memainkannya. Tetapi, apa yang justru sering kita dapatkan? Kekecewaan besar.

Sulit sekali menemukan film adaptasi game, khususnya yang berasal dari Hollywood yang berakhir dengan rasa puas para gamer yang menontonnya. Kebanyakan yang hadir justru mendapatkan pembelokan plot dan karakter yang membuat keseluruhan cerita menjadi kacau balau. Apakah sebegitu sulitnya menciptakan sebuah film yang sesuai dengan gamenya? Sepertinya iya, karena 10 film adaptasi game terburuk ini akan memberikan Anda sedikit gambaran.

10. Final Fantasy : Spirits Within
http://hermawayne.blogspot.com
Saya tidak tahu apa yang ada di kepala Square ketika merilis film ini. Berani membawa nama Final Fantasy, berarti berani menghadirkan apa yang tergambarkan di semua kepala gamer. Apa yang gamer pikirkan ketika mendengar nama Final Fantasy? Saya sudah membayangkan Bahamut berukuran besar, theme song, limit break, dan elemen RPG yang kental. Namun, apa yang gamer dapatkan ketika film ini dirilis? Sebuah tanda tanya terbesar di dunia. Tidak ada kaitan sama sekali dengan seri game Final Fantasy, tidak ada sedikit pun. Yang saya sukai dari film ini hanya satu, soundtrack dari Lar’c en Ciel.

9. Max Payne
http://hermawayne.blogspot.com
Max Payne adalah salah satu karakter paling cool, namun sekaligus kontroversial di dunia game. Ketika saya mendengar akan ada versi filmnya, saya mulai membayangkan kekejaman Payne yang dipadukan dengan skill bullet time-nya yang fenomenal. Apalagi dibintangi oleh Mark Wahlberg yang kualitas aktingnya tidak perlu diragukan lagi. Namun, apa yang saya dapatkan? Sebuah film yang membuat saya hampir tertidur di bioskop. Plot yang aneh, aksi yang sangat sedikit, scene bullet time yang sangat singkat; sama sekali tidak ada yang menggambarkan Max Payne di sini.

8. Hitman
http://hermawayne.blogspot.com
Botak dengan tatapan yang tajam layaknya elang yang mencari mangsa. Agent 47 siap membunuh siapa saja yang ditugaskan organisasi kepadanya. Membayangkan game Hitman yang selalu mampu menghadirkan ketegangan dan ras was-was sepanjang permainan, saya berangkat untuk menikmati film berjudul sama ala Hollywood di bioskop. Kekecewaan saya bahkan sudah dimulai dari casting yang dipilih. Sang pria yang memerankan Agent 47 malah terlihat terlalu “pretty boy”, tanpa ada kesan cool dan kejam. 47 yang seharusnya membunuh secara diam-diam ini juga malah sering terlibat kontak senjata terbuka di filmnya. Sangat bertolak belakang dengan game yang boleh terbilang sudah berhasil dibangun dengan sempurna. Saya malah melihat film ini lebih mirip film-film The Transporter dibandingkan Hitman.

7. Resident Evil
http://hermawayne.blogspot.com
Ini mungkin film adaptasi game terburuk yang masih menyisakan banyak tanda tanya di benak saya pribadi. Pertanyaan terbesarnya adalah: mengapa orang-orang masih singgah ke bioskop dan menonton film ini, membuatnya berkembang menjadi sebuah sekuel tanpa mutu? Resident Evil 1 dan 2 mungkin merupakan puncak kejayaan seri ini. Walaupun karakter utamanya, Alice, tidak pernah muncul di versi video gamenya, saya masih melihatnya sebagai serial spin-off yang sangat menarik. Namun, ketika Resident Evil Extinction dan Afterlife lahir dengan plot yang terasa sangat dipaksakan, film ini tampak “murahan”. Aksi yang sedikit, cerita tidak jelas, akting yang buruk. Saya lebih jatuh cinta dengan Resident Evil versi CGI-nya Capcom.

6. Dead or Alive
http://hermawayne.blogspot.com
Ini adalah sebuah dilema. Dead or Alive memang film yang sangat buruk. Jalinan cerita di dalam film plus pertarungan yang dihadirkan harus diakui memang kelas rendahan. Visualisasi karakternya juga mengecewakan, apalagi karakter Kasumi benar-benar tampak jauh berbeda. Karena hal tersebut, saya memasukkan film ini ke dalam list. Namun harus diakui, Dead or Alive versi film ini mampu menghadirkan pengalaman yang sering dirasakan oleh pria ketika memainkan game ini. Sensualitas yang dijual membuat saya cukup menikmati film ini hingga akhir.

5. Street Fighter: The Legend of Chun-Li
http://hermawayne.blogspot.com
Film ini seharusnya tidak pernah lahir sama sekali. Setelah Street Fighter zaman dulu yang terbilang buruk, saya menaruh harapan yang cukup besar kepada Street Fighter: The Legend of Chun Li yang tentunya hadir dengan teknik dan teknologi yang sudah jauh lebih berkembang. Apalagi, rencana untuk menghadirkan “plot” Street Fighter dalam lingkup dunia nyata juga tampil sangat menarik. Namun, apa yang dibawa oleh film ini? Film aksi; itu saja. Sebagai seorang gamer, saya tidak merasakan apa pun yang terkait dengan Street Fighter. Mengecewakan!

4. King of Fighters
http://hermawayne.blogspot.com
Lagi-lagi sebuah film berdasarkan genre fighting yang harus masuk ke dalam list. King of Fighters buatan SNK merupakan game fighting legendaris dan fenomenal. Siapa yang tidak mengenal Mai Shiranui? Atau Andy dan Terry Boggard? Hampir semua gamer mengenal mereka. Tetapi, ketika nama besar seperti ini harus jatuh ke tangan Hollywood? Saya bahkan hampir menutup mata saat harus menontonnya. King of Fighters versi movie ini sama sekali tidak dapat dinikmati. Akting buruk, karakter yang jelek, plot yang aneh luar biasa. Dua jempol ke bawah!

3. Doom
http://hermawayne.blogspot.com
Wow, Doom! Itu mungkin reaksi pertama saya ketika mendengar game ini akan dibuat versi film layar lebarnya. Siapa yang tidak mengenal Doom? Salah satu game FPS terbaik yang pernah ada tersebut selalu berhasil membawa ketegangan dan sedikir rasa takut ketika memainkannya. Apalagi ketika saya mendengar The Rock dari WWE akan menjadi pemeran utamanya. Sebagai penggemar berat Doom dan WWE, ini adalah kombinasi maut untuk membuat hari saya cerah. Ketika menyaksikannya? Hari saya tak pernah lebih buruk lagi. Semuanya tampak kacau dan murahan, bahkan The Rock-nya sendiri. Ini seperti film Alien dengan budget 1/1000 milik Cameron.

2. Super Mario Bros
http://hermawayne.blogspot.com
Game terbaik belum tentu melahirkan film yang sama baiknya. Game terbaik melahirkan film terburuk, itu lebih mungkin untuk terjadi. Super Mario Bros yang lahir di tahun 1993 adalah salah satu bukti yang paling nyata, sekaligus sebagai monumen awal lahirnya film-film adaptasi game berkualitas sama hingga kini. Semuanya terasa salah di film ini. King Koopa yang berwujud manusia, Yoshi yang menyeramkan, setting kota modern, mobil mirip Twisted Metal, dan ledakan di sana-sini. INI BUKAN MARIO BROS!!!

1. Semua Film Karya UWE BOLL
http://hermawayne.blogspot.com
Uwe Boll
Perhatikan dengan seksama wajah pria di atas. Apakah Anda sudah merasakan kekesalan yang membakar? Atau jangan-jangan Anda belum pernah mengenalnya sama sekali? Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh industri game dan film saat bersamaan hanya satu, mempercayakan hal tersebut kepada Uwe Boll, yang kebetulan adalah pria di atas. Dia adalah mimpi buruk bagi kita semua. Apakah saya terlalu berlebihan? Sama sekali tidak, karena Uwe Boll memang sebuah mimpi buruk yang hidup. Apa pun perannya di dalam sebuah film, entah itu sebagai produser, sutradara, penulis naskah, atau tukang sapu sekali pun (yang ini mungkin berlebihan), film tersebut pasti akan hancur berantakan. Karya-karyanya adalah bukti yang paling nyata.

Yang membuatnya semakin buruk? Uwe Boll sangat tertarik untuk mengadaptasi game ke dalam film. Lihat saja karya-karyanya yang “fenomenal”. Apakah Anda pernah marah ketika menyaksikan Blood Rayne atau Far Cry? Atau mungkin Anda merasa bingung menyaksikan Alone in The Dark dan House of The Dead? Atau Anda jangan-jangan sempat muntah menyaksikan film Dungeon Siege? Semua game keren tersebut hancur berantakan di tangan Boll, seketika. Sayangnya, mimpi buruk ini juga tidak akan cepat berakhir karena Boll adalah orang yang pantang menyerah. Ia berjanji akan terus menghasilkan film-film yang diadaptasikan dari game, dan anehnya beberapa perusahaan publisher masih mau membiayai dirinya. Oh tidak! Jika harus disandingkan dengan dunia game, Uwe Boll mungkin bos tersulit yang harus dikalahkan oleh para gamer untuk menamatkan sebuah game.


Sekian adalah 10 list film adaptasi game terburuk sepanjang masa, yang tentu saja pernah saya saksikan sendiri (sayangnya). Aneh memang jika kita melihat film-film yang bisa menghabiskan dana hingga jutaan dollar seperti ini ternyata hanya menghasilkan sesuatu yang sama sekali tidak bisa dinikmati. Bandingkan dengan film-film fan-made berbudget rendah yang harus diakui malah memiliki kualitas berkali lipat lebih baik. Apakah ini masalah passion? Atau para insan film (khususnya Uwe Boll) memang tidak pernah memainkan game sebelumnya?

sumber

Rabu, 06 April 2011

10 Film pertama Indonesia

1. Loetoeng Kasaroeng (1926)
http://hermawayne.blogspot.com
Loetoeng Kasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. Meskipun diproduksi dan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan film pertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia.

2. Eulis Atjih (1927)
http://hermawayne.blogspot.com
Sebuah film bisu bergenre melodrama keluarga, film ini disutradarai oleh G. Kruger dan dibintangi oleh Arsad & Soekria. Film ini diputar bersama-sama dengan musik keroncong yang dilakukan oleh kelompok yang dipimpin oleh Kajoon, seorang musisi yang populer pada waktu itu. Kisah Eulis Atjih, seorang istri yang setia yang harus hidup melarat bersama anak-anaknya karena ditinggal suaminya yang meninggalkannya untuk berfoya-foya dengan wanita lain, walaupun dengan berbagai masalah, akhirnya dengan kebesaran hatinya Eulis mau menerima suaminya kembali walaupun suaminya telah jatuh miskin.

3. Lily Van Java (1928)
http://hermawayne.blogspot.com
Film yang diproduksi perusahaan The South Sea Film dan dibuat bulan Juni 1928. Bercerita tentang gadis yang dijodohkan orang tuanya padahal dia sudah punya pilihan sendiri. Pertama dibuat oleh Len H. Roos, seorang Amerika yang berada di Indonesia untuk menggarap film Java. Ketika dia pulang, dilanjutkan oleh Nelson Wong yang bekerja sama dengan David Wong, karyawan penting perusaahaan General Motors di Batavia yang berminat pada kesenian, membentuk Hatimoen Film. Pada akhirnya, film Lily van Java diambil alih oleh Halimoen. Menurut wartawan Leopold Gan, film ini tetap digemari selama bertahun-tahun sampai filmnya rusak. Lily van Java merupakan film Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia.

4. Resia Boroboedoer (1928)
http://hermawayne.blogspot.com
Film yang diproduksi oleh Nancing Film Co, yang dibintangi oleh Olive Young, merupakan film bisu yang bercerita tentang Young pei fen yang menemukan sebuah buku resia (rahasia) milik ayahnya yang menceritakan tentang sebuah bangunan candi terkenal (Borobudur). Diceritakan juga di candi tersebut terdapat sebuah harta karun yang tak ternilai, yaitu guci berisi abu sang Buddha Gautama.

5. Setangan Berloemoer Darah (1928)
Film yang disutradarai oleh Tan Boen San, setelah pencarian di beberapa sumber, sinopsis film ini belum diketahui secara pasti.

6. Njai Dasima I (1929)
http://hermawayne.blogspot.com
Film ini berasal dari sebuah karangan G. Francis tahun 1896 yang diambil dari kisah nyata, kisah seorang istri simpanan, Njai (nyai) Dasima yang terjadi di Tangerang dan Betawi/Batavia yang terjadi sekitar tahun 1813-1820-an. Nyai Dasima, seorang gadis yang berasal dari Kuripan, Bogor, Jawa Barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William. Oleh sebab itu, akhirnya ia pindah ke Betawi/Batavia. Karena kecantikan dan kekayaannya, Dasima menjadi terkenal. salah seorang penggemar beratnya Samiun yang begitu bersemangat memiliki Nyai Dasima membujuk Mak Buyung untuk membujuk Nyai Dasima agar mau menerima cintanya. Mak buyung berhasil membujuk Dasima walaupun Samiun sudah beristri. Hingga akhirnya Nyai Dasima disia-siakan Samiun setelah berhasil dijadikan istri muda.

7. Rampok Preanger (1929)
Ibu Ining tidak pernah menduduki bangku sekolah, tahun 1920-an adalah seorang penyanyi keroncong terkenal pada Radio Bandung (NIROM) yang sering pula menyanyi berkeliling di daerah sekitar Bandung. Kemudian ia memasuki dunia tonil sebagai pemain sekaligus sebagai penyanyi yang mengadakan pagelaran keliling di daerah Priangan Timur. Main film tahun 1928 yang berlanjut dengan 3 film berikutnya. Film-film itu seluruhnya film bisu. Ketika Halimoen Film ditutup tahun 1932, hilang pulalah Ibu Ining dari dunia film. Namun sampai pecahnya PD II, ia masih terus menyanyi dan sempat pula membuat rekaman di Singapura dan Malaya. Pada tahun 1935 ia meninggal dunia dalam usia 69 tahun karena sakit lever.

8. Si Tjonat (1929)
Cerita dalam film ini berputar pada kisah seseorang yang dijuluki si Tjonat. Nakal sejak kecil, si Tjonat (Lie A Tjip) melarikan diri ke Batavia (Jakarta) setelah membunuh temannya. Di kota ini ia menjadi jongos seorang Belanda, bukannya berterima kasih karena mendapat pekerjaan, ia juga menggerogoti harta nyai tuannya itu. Tak lama kemudian ia beralih profesi menjadi seorang perampok dan jatuh cinta kepada Lie Gouw Nio (Ku Fung May). Namun cintanya bertepuk sebelah tangan, penolakan Gouw Nio membuatnya dibawa lari oleh si Tjonat. Usaha jahat itu dicegah oleh Thio Sing Sang (Herman Sim) yang gagah perkasa.

9. Si Ronda (1930)
http://hermawayne.blogspot.com
Film ini disutradaria oleh Lie Tek Swie & A. LOEPIAS (Director of Photography), dan dibintangi oleh Bachtiar Efendy & Momo. Film ini bercerita tentang kisah seorang jagoan perkelahian yang mengandung unsur kebudayaan Cina.

10. Boenga Roos dari Tjikembang (1931)
http://hermawayne.blogspot.com
Film bersuara pertama di Indonesia, film ini menceritakan tentang hubungan antar etnis Cina & pribumi. Dalam film ini, The Teng Chun bertindak sebagai sutradara dan kamera. Cerita ini dikarang oleh Kwee Tek Hoay dan pernah dipentaskan Union Dalia Opera pada 1927, meskipun cuma ringkasan cerita saja, yaitu tentang Indo-Tiongha. Dan film ini diberitakan oleh pengarangnya film Cina buatan Java ini adalah karya Indo-Tiongha.

Bonus
Darah dan Doa (1950), film pertama Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia
http://hermawayne.blogspot.com
Darah dan Doa adalah sebuah film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi pada tahun 1950 dan dibintangi oleh Faridah. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang sepenuhnya dibuat oleh warga pribumi. Film ini ialah produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), dan tanggal syuting pertama film ini 30 Maret 1950, yang kemudian dirayakan sebagai Hari Film Nasional. Kisah film ini berasal dari skenario penyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Belanda yang menjadi tawanannya.

Sumber: http://perfilman.pnri.go.id

Jumat, 14 Januari 2011

10 Film Yang Wajib Ditonton Tahun 2011

http://www.kagakribet.com/seleb/harrypotterandthedeathlyhallows.jpg

Memasuki tahun 2011, setelah menyampirkan harapan tinggi-tinggi pada resolusi yang akan kita capai di Tahun Kelinci ini, ada baiknya kita simak beberapa film-film spektakuler Hollywood yang “layak tonton” dan pantas masuk dalam rekomendasi sepanjang tahun 2011. Banyak diantaranya merupakan sekuel atau prekuel film sukses sebelumnya.

Green Hornet (Januari 2011) :
Seth Rogen (Knocked Up, Pinneaple Express) berperan sebagai Britt Reid pahlawan bertopeng Green Hornet dalam film yang diarahkan oleh sutradara Michael Gondry ini. Britt adalah putra seorang pemilik surat kabar dan dalam aksinya ia ditemani oleh karyawan ayahnya, Kato (peran ini pernah dimainkan pula oleh alm. Bruce Lee) yang diperankan oleh artis Taiwan, Jay Chou.

Dikisahkan dalam film yang diangkat dari serial Radio ciptaan George W Trendle berjudul sama dan akan rilis pertengahan Januari ini, Sejak kematian ayahnya yang misterius, Britt Reid,anak pemilik surat kabar terkenal di Los Angeles yang dulunya adalah pemuda yang senang berhura-hura akhirnya menyadari bisa berbuat sesuatu yang bermakna untuk hidup. Ditemani oleh Kato mereka berkeliling kota membasmi kejahatan dengan mengendarai The Black Beauty, mobil ciptaan Kato yang canggih dan tak mudah dihancurkan. Film ini dimeriahkan pula oleh Cameron Diaz, yang berperan sebagai Lenore Chase

Fast and Furious V (April 2011) :

Vin Diesel dan Paul Walker akan kembali beraksi dalam film kebut-kebutan mobil dengan adegan-adegan berbahaya memacu adrenalin yang disutradarai oleh Justin Lin dan skenarionya ditulis oleh Chris Morgan ini. Petualangan Dominic Toretto dan Brian O’Conner yang melarikan diri dari petugas hukum akan menjadi daya tarik film yang akan dirilis pada akhir April 2011 ini.

Kungfu Panda II (Mei 2011) :
Sekuel Kungfu Panda ini dipastikan akan menarik banyak penonton untuk menyaksikannya di bioskop. Po (suaranya diisi oleh Jack Black) Sang pendekar Panda menghadapi Lord Shen (Gary Oldman) yang memiliki sebuah senjata rahasia yang sangat berbahaya.

Lord Shen terobsesi untuk menguasai seluruh negeri dan berencana menghancurkan ilmu bela diri Kung Fu. Po mendapat bantuan dari The SoothSayer (Michelle Yeoh), Master Skunkman (James Woods), Master Croc (Jean-Claude Van Damme), dan Master Thundering Rhino oleh (Victor Garber) . Aksi-aksi seru dan lucu PO bersama kawan-kawannya menggagalkan rencana jahat Lord Shen itu ditampilkan secara ciamik dalam film ini.

Pirates of Caribbean : On the Strangers Tide (Mei 2011)
Kapten Jack Sparrow (Johny Deep) berpetualang bersama Angelica (Penelope Cruzz) mencari mata air kehidupan yang konon tidak membuat seseorang bertambah tua sedikitpun. Masalah kian runyam ketika Jack menyadari bahwa Angelica tak lain adalah putri dari bajak laut Blackbeard (Ian McShane), musuh besar Jack Sparrow. Tapi perjalanan sudah dimulai dan Jack tak akan mengurungkan niatnya sedikitpun untuk melaksanakan niatnya.

X-Men : First Class (Juni 2011) :
Penggemar Wolverine (diperankan oleh Hugh Jackman) mesti bersiap-siap kecewa dalam film yang merupakan prekuel dari film-film X-Men sebelumnya karena tokoh tersebut tidak muncul dalam film ini. X-Men : First Class memang mengisahkan awal mula epik X-Men yakni mengangkat masa muda Charles Xavier dan Erik Magnus Lensherr sebelum didirikannya Xavier School For Gifted Youngster .

School of Mutant Resources mereka dirikan seusai menamatkan sekolah di Oxford untuk meneliti dan mempelajari fenomena baru yang terjadi pada manusia yaitu "homo superior", yaitu manusia jenis mutan yg memiliki gen X. Siswa yang belajar di sekolah khusus itu awalnya adalah Jean Grey, Scott Summers, Hank McCoy, Ororo Munroe, Raven Darkholme, Mortimer Toynbee dan Emma Frost. Perbedaan pemahaman dan idealisme membuat kedua sahabat ini menuai konflik hingga akhirnya justru menjadi seteru yang saling menghancurkan.

Harry Potter and The Deathly Hallows, Part 2 (Juli 2011) :
Ini adalah film yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar Harry Potter sebagai edisi pamungkas rangkaian film Harry Potter sebelumnya, setelah sebelumnya mengikuti episode pertama menjelang akhir tahun 2010. Film ini masih tetap diperankan oleh Daniel Radcliffe, Emma Watson, Rupert Grint.

Transformers 3 : Dark Of The Moon (Juli 2011) :
Dua serial film Transformers sebelumnya berhasil menuai sukses besar dan pada episode ketiga ini para penggemar Megan Fox harus siap-siap kecewa karena artis sexy yang pada 2 episode sebelumnya berperan sebagai Mikaela Banes, kekasih sang tokoh utama, Sam Witwicky, tidak terlibat dalam Transformer 3. Meski tanpa Megan Fox lagi, film ini kembali akan menggelar aksi-aksi spektakuler dan efek sinematografi canggih lebih dashyat dari 2 film sebelumnya. Jadi bersiaplah saksikan kehebatan robot Optimus Prime, Bumble Bee, Iron Hide, Ratchet, Sides Wipes,Megatron, Starscream, dan Soundwave berjibaku dalam film ini.

Captain America : The First Avenger (Agustus 2011)
Chris Evans pemeran manusia api dalam film “Fantastic Four” akan berperan sebagai Steve Rogers alias Captain America. Kisah ini menampilkan setting tahun 1940-an dimana Steve Rogers – seorang prajurit yang tidak bisa turun ke medan perang untuk melawan Nazi karena fisiknya dianggap tidak layak—diminta untuk menjalani sebuah program rahasia militer yang dapat mengubah dirinya menjadi manusia super.

Spy Kids 4: All The Time in the World (Agustus 2011)
Jessica Alba akan berperan sebagai Marissa Cortez Wilson (Jessica Alba) mantan agen rahasia yang menikah dengan reporter televisi pemburu agen mata-mata terkenal Wilbur (Joel McHale) dan ibu tiri dari dua anak kembar yang sangat cerdas Rebecca (Rowan Blanchard) dan Cecil (Mason Cook) dalam film Spy Kids 4 yang disutradarai oleh Robert Rodriguez.

Jeremy Piven yang berperan sebagai tokoh antagonis dalam film ini mengancam akan mengambil alih bumi dan menghentikan waktu. Marissa dipanggil oleh Markas Besar OSS untuk mencegah aksi kejahatan tersebut dengan didampingi oleh Carmen (Alexa Vega) dan adiknya Juni Cortez (Daryl Sabara), anggota Spy Kids yang sudah beranjak remaja.

Mission Impossible 4: Ghost Protocol (Desember 2011) :

Aktor tampan Tom Cruise kembali akan membintangi film kolosal Mission Impossible IV berjudul “Ghost Protocol” yang rencananya akan ditayangkan perdana oleh Paramount Pictures 6 Desember 2011. Pada film yang gambarnya diambil di Dubai, Praha dan Canada ini, Tom akan didampingi oleh artis pendukung seperti Aktor Jeremy Renner dan aktris Paula Patton.

source: http://lombokijo.blogspot.com/2011/01/10-film-yang-wajib-ditonton-di-2011.html

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More